Pembelajaran di UPT Perpustakaan POLSRI

Kegiatan belajar mengajar Semester Ganjil di Polsri tahun Akademik 2016/2017 telah dilaksanakan pada tanggal 5 September 2016. Bersamaan dengan awal kegiatan perkuliahan ini maka kegiatan layanan di UPT Perpustakaan juga meningkat. Setelah masa Pengenalan Sistem Pemdidikan di Perguruan Tinggi, saat ini mahasiswa mulai mencari kelengkapan studi mereka seperti informasi, referensi dan buku untuk pembelajaran. Untuk itu kehadiran UPT Perpustakaan sangat diperlukan. Seperti tanpak pada gambar di bawah ini, seluruh ruang baca dipenuhi oleh pengunjung, mulai dari pertama jam buka pada pukul 7:30 WIB pagi hari sampai dengan berakhir layanan pada sore hari, seluruh tempat duduk terisi penuh. [NLY]

14555902_10208394810721665_535964845_n 14580578_10208394789561136_993073815_n14568982_10208394787921095_1238536574_n 14569174_10208394812361706_1959644207_n14543508_10208394816521810_1253548354_n14580595_10208394810481659_462656890_n14555559_10208394786961071_1193491258_n 14593373_10208394811601687_1701372006_n14555547_10208394811081674_1616904761_n14585541_10208394812001697_1763929332_n

STOCK OPNAME BAHAN PUSTAKA 2016

Perpustakaan Perguruan Tinggi sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) mempunyai fungsi sebagai pusat layanan informasi, pusat pengajaran, dan pusat penelitian serta dalam rangka menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain itu perpustakaan juga merupakan sarana belajar yang menyenangkan. Agar perpustakaan dapat memenuhi fungsi tersebut, maka koleksi bahan pustaka harus dapat dicari dan ditemukan kembali secara cepat dan tepat. Untuk dapat melakukan temu kembali tersebut, bahan pustaka harus dapat ditelusuri keberadaannya di rak.

Dalam rangka mengoptimalisasi layanan temu kembali kepada Pemustaka, maka setiap 1 (satu) tahun sekali UPT. Perpustakaan Politeknik Negeri Sriwijaya melakukan stock opname yang tahun ini dilaksanakan pada tanggal 24 Juli – 25 Agustus 2016. Stock opname (SO) adalah penghitungan ulang secara menyeluruh jumlah bahan pustaka di perpustakaan. Waktu yang diperlukan untuk SO ± 30 hari kerja saat mahasiswa libur semester genap karena perpustakaan tutup total (tidak melakukan layanan sirkulasi kepada Pemustaka hanya melakukan layanan terbatas) dan mahasiswa semester akhir (calon alumni) sudah mengembalikan bahan pustaka. Hal ini dilakukan karena saat pelaksanaan SO, bahan pustaka tidak dapat dipinjam atau keluar dari ruangan perpustakaan.

Adapun tujuan stock opname adalah untuk menghitung ulang secara menyeluruh dan memeriksa data bahan pustaka yang ada di base data (pangkalan data) komputer dengan bahan pustaka yang ada di rak sehingga dapat diketahui ada atau tidak buku tersebut. Selain itu dengan adanya SO akan diperoleh data akurat (riil) jumlah koleksi bahan pustaka di perpustakaan.

Saat ini UPT. Perpustakaan Politeknik Negeri Sriwijaya sedang dalam proses peralihan dari program lama (Delphi) ke program baru (SLiMS). Adapun Langkah-langkah kegiatan SO di UPT. Perpustakaan antara lain :

  1. Mencetak data bahan pustaka dari program lama (Delphi) berdasarkan kelompoknya.
  2. Hasil dari pencetakkan data komputer disesuaikan dengan bahan pustaka (buku) yang ada di rak. Apabila bahan pustaka tersebut ada di rak, maka data bahan pustaka yang dicetak dicontreng. Sebaliknya apabila bahan pustaka tersebut tidak ada di rak, bisa berarti bahan pustaka (buku) tersebut masih dipinjam (belum dikembalikan), rusak atau hilang.
  3. Setelah proses pengecekan bahan pustaka (buku) di rak selesai, dilanjutkan dengan pengecekan bahan pustaka (buku) yang ada di Program SLiMS menggunakan komputer. Tujuannya adalah :
  4. Untuk cross check bahan pustaka yang ada di rak, program lama (Delphi) dengan data bahan pustaka di Program baru (SLiMS).
  5. Dapat mengetahui bahan pustaka di rak yang sudah atau belum dientry (dimasukkan) ke dalam Program SLiMS.
  6. Memperbaiki data program baru (SLiMS)
  7. Perbandingan yang diperoleh dari pengecekan tersebut merupakan hasil stock opname (data yang sebenarnya) dan juga merupakan hasil penyiangan (weeding) dari bahan pustaka.

Selanjutnya hasil akhir SO  berupa rekapitulasi keseluruhan data bahan pustaka termasuk data bahan pustaka yang rusak dan hilang. Hasil rekapitulasi tersebut akan dibuat Berita Acara SO dan disampaikan kepada pimpinan Politeknik Negeri Sriwijaya.

Dengan demikian Stock Opname (SO) perlu dilakukan di UPT. Perpustakaan secara berkala agar pimpinan dapat merencanakan suatu keputusan dan membuat strategi yang dijalankan pada masa yang akan datang. [TH]

Perpisahan Mahasiswa PPL

Sehubungan dengan telah dilaksanakannya Praktek Pengalaman Lapangan selama 1 (satu) bulan penuh dari tanggal 25 Juli sampai dengan 25 Agustus 2016 bagi mahasiswa dari Fakultas Adab dan Humaniora Program Studi Ilmu Perpustakaan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang sebanyak 4 (empat) orang, maka pada hari Jum,at tanggal 26 Agustus 2016 bertempat di ruang UPT Perpustakaan Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang diadakan acara perpisahan.

Acara diawali oleh Pembawa Acara Ibu Yulianti, S.Pd. selanjutnya Kata Sambutan dari Kepala UPT Perpustakaan Ibu Hj. Nelli Lingga Yunara, S.Pd., M.M. sekaligus penyampian laporan tentang kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan mahasiswa Praktek Pengalaman Lapangan sekaligus memberikan pengarahan dan kegiatan yang dilakukan para mahasiswa selama melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan di UPT Perpustakaan. Dalam sambutannya Kepala UPT Perpustakaan Polsri mengatakan antara lain bahwa dengan adanya program praktek pengalaman lapangan dari suatu Universitas dalam hal ini mahasiswa dari Fakultas Adab dan Humaniora Program Studi Ilmu Perpustakaan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang yang telah mempercayakan UPT Perpustakaan Polsri sebagai sebagai tempat untuk mahasiswa melakukan praktek ata PPL hal tersebut bukan hanya sesuatu yang menguntungkan bagi mahasiswa yang secara langsung dapat menerapkan/mempraktekan ilmu yang secara teori didapat selama belajar di bangku kuliah, tetapi juga menguntungkan buat UPT Perpustakan dimana para mahasiswa tersebut dapat membantu perkerjaan yang memang sangat memerlukan bantuan tenaga tambahan. Selain itu Kepala UPT Perpustakaan Polsri juga menyampaikan terima kasih kepada Dosen Pembimbing yang mewakili Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang beserta para mahasiswa praktek yang selama ini telah banyak membatu pekerjaan-pekerjaan dan juga beliau menyampaikan maaf jika selama melaksanakan praktek terdapat ketidaknyamanan dan kesalahan baik yang disengaja maupun tidak dari seluruh pegawai sambutannya Kepala UPT Perpustakaan Polsri.

Penyerahan Pelakat dari UIN yang diwakili oleh ibu Nyimas Umi Kalsum, M.Hum. kepada Kepala UPT Perpustakaan ibu Hj. Nelli Lingga Yunara, S.pd.,M.M.

Penyerahan Pelakat dari UIN yang diwakili oleh ibu Nyimas Umi Kalsum, M.Hum. kepada Kepala UPT Perpustakaan ibu Hj. Nelli Lingga Yunara, S.pd.,M.M.

DSC01149a

Penyerahan secara resmi mahasiswa UIN kepada ibu Nyimas Umi Kalsum, M.Hum. dari Kepala UPT Perpustakaan ibu Hj. Nelli Lingga Yunara, S.pd.,M.M.

Usai sambutan Kepala UPT Perpustakaan Polsri kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan oleh ibu Nyimas Umi Kalsum, M.Hum. selaku Dosen Pembimbingan Lapangan dimana beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala UPT Perpustakaan Polsri beserta seluruh staf yang selama ini telah menerima mahasiswa Praktek Pengalaman Lapangan atau PPL dari Fakultas Adab dan Humaniora Program Studi Ilmu Perpustakaan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang untuk melakukan praktek pengalaman lapangan sekaligus memberikan tambahan ilmu secara ril atau nyata diterapkan dilapangan terutama dalam hal seluruh persiapan kegiatan pelayanan kepada masyarakat pengguna perpustakaan yang mungkin selama ini hanya didapat melalui teori di kampus.

Mahasiswa PPL

Mahasiswa PPL

Setelah penyampaian kata sambutan tersebut kemudian acara pembaca doa dan diikuti ditutup dengan pemberian sertifikat kepada para mahasiswa yang telah melaksanakan praktek pengalam lapangan, dimana dalam penyerahan sertifikat tersebut Hj. Nelli Lingga Yunara, S.Pd., M.M. selaku Kepala UPT Perpustakaan Polsri didampingi Ibu Nilawati, S.E. selaku Sekretaris UPT Perpustakaan dan juga dari pihak Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang ikut memberikan cenderamata untuk UPT Perpustakaan. [NLY]

Photo bersama

Photo bersama

Menikmati kudapan bersama dan penuh kekeluargaan

Menikmati kudapan bersama dan penuh kekeluargaan

BUKU SUMBANGAN ALUMNI

Alumni menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah orang-orang yang telah mengikuti atau tamat dari suatu sekolah atau perguruan tinggi. Sedangkan alumnus menurut kamus yang sama mempunyai pengertian orang yang telah mengikuti atau tamat dari suatu sekolah atau perguruan tinggi. http://kamusbahasaindonesia.org/

Untuk memberikan kenang-kenangan kepada adik-adik tingkat, biasanya alumnus menyumbangkan sebuah buku untuk perpustakaan di jurusan atau perpustakaan pusat di tempat alumnus tersebut mengenyam pendidikan.

Alumni Bari 2016 saat menyumbang Buku

Alumni Bari 2016 saat menyumbang Buku

Sejak tahun 2014, di UPT. Perpustakaan Politeknik Negeri Sriwijaya bekerja sama dengan beberapa penerbit, seperti Erlangga, Salemba Empat dan Rajagrafindo Persada (Rajawali Pers) mengadakan konsinyasi buku untuk pelaksanaan kegiatan sumbangan buku alumni.  Adapun tujuan dari konsinyasi tersebut adalah :

  1. Untuk mempermudah alumnus menyumbang sebuah buku untuk UPT. Perpustakaan ;
  2. Dapat memenuhi kekurangan buku sesuai dengan Program Studi atau Jurusan masing-masing alumnus ;
  3. Syarat bebas administrasi untuk pengambilan ijazah alumnus.
Salah satu buku sumbangan Almni 2016

Salah satu buku sumbangan Almni 2016

Nama Alumni yang menyumbang

Nama Alumni yang menyumbang

Pada waktu menyumbang buku, alumnus akan menulis Nama mereka, Nomor Induk Mahasiswa (NIM), dan tanda tangan di buku yang mereka sumbang. Tentu saja hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi alumni karena saat adik-adik tingkat membutuhkan buku dan meminjamnya dari UPT. Perpustakaan, mereka akan melihat bahwa buku yang dipinjam adalah sumbangan dari kakak tingkat mereka.

Alumni Menyumbang Buku tahun 2016

Alumni Menyumbang Buku tahun 2016

Adapun buku sumbangan alumni yang diterima oleh UPT. Perpustakaan tahun 2014 adalah 351 judul 441 examplar, dan tahun 2015 adalah 192 judul 502 examplar, sedangkan tahun 2016 sampai dengan per 31 Agustus 2016 adalah 138 judul buku 381 examplar.

Setidaknya dengan adanya sumbangan buku dari alumni dapat memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi kemajuan sebuah perpustakaan. Seperti saat ini UPT. Perpustakaan Politeknik Negeri Sriwijaya telah memperoleh Akreditasi B dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas).  Mudah-mudahan beberapa tahun kedepan UPT. Perpustakaan Politeknik Negeri Sriwijaya diharapkan dapat mencapai Akreditasi A dengan tercapainya salah satu komponennya yaitu jumlah koleksi dengan pencapaian komponen dan bobot indikator versi Perpusnas, yaitu :

Komponen Jumlah indikator kunci Bobot tiap indikator kunci Skor minimal Skor maksimal
Koleksi 12 2 24 120

Sumber : Akreditasi (Akreditasi, 2010)

https://sulistyobasuki.wordpress.com/2013/10/27/akreditasi-perpustakaan-perguruan-tinggi/

Demikian, semoga tulisan ini dapat membuka pandangan kita mengenai pentingnya peningkatan koleksi buku di sebuah perpustakaan terutama perpustakaan perguruan tinggi. [TH]

Sosialisasi dan Promosi UPT Perpustakaan terhadap Mahasiswa Baru Polsri tahun akademik 2016/2017

Pengunjung, anggota dan pengguna perpustakaan merupakan sasaran utama penyelenggaraan perpustakaan. Pada dasarnya masyarakat baru akan mau ke perpustakaan jika mereka tahu arti dan manfaat perputakaan, mereka membutuhkan sesuatu di perpustakaan, tertarik dengan perpustakaan, merasa senang dengan perpustakaan, dilayani dengan baik. Untuk samapai kepada kondisi seperti ini maka perpustakaan harus melakukan berbagai upaya seperti melakukan pemasyarakatan, publikasi, promosi, pendekatan dan melayani keinginan dan kebutuhan pemakai.

Promosi perpustakaan perlu dilakukan supaya seluruh aktivitas yang berhubungan dengan jasa perpustakaan dapat diketahui dan dipahami oleh pengguna.

Kepala UPT Perpustakaan Ibu Hj. Nelli Lingga Yunara, S.Pd.,M.M. dan Moderator Bapak Indra Satriadi, S.T.,M.Kom.

Kepala UPT Perpustakaan Ibu Hj. Nelli Lingga Yunara, S.Pd.,M.M. dan Moderator Bapak Indra Satriadi, S.T.,M.Kom.

 

Pada tanggal 23 Agustus 2016 POLITEKNIK Negeri Sriwijaya (POLSRI) melaksanakan kegiatan Pengenalan Sistem Pendidikan Tinggi (SisDikti) sekaligus melantik secara resmi mahasiswa baru Tahun Akademik 2016/2017 dalam sidang senat khusus terbuka bertempat di Graha Pendidikan dan Gedung Fasilitas Umum Polsri. Kegiatan perkenalan SISDIKTI ini merupakan bagian dari prosesi pelaksanaan Diksarlin bagi mahasiswa baru Polsri.

Pada kesempatan ini, UPT Perpustakaan Polsri kembali diberi kesempatan untuk mensosialisasikan dan mempromosikan UPT Perpustakaan Polsri kepada Mahasiswa Baru tahun akademik 2016/2017. Sosialisasi dan Promosi tersebut disampaikan oleh Kepala UPT Perpustakaan Ibu Hj. Nelli Lingga Yunara, S.Pd.,M.M. dengan didampingi oleh Moderator Bapak Indra Satriadi, S.T.,M.Kom. dan diikuti oleh seluruh mahasiswa baru sebanyak 2160 orang.

DSC01106

DSC01108 Mahasiswa Baru saat mendengarkan paparan

Hal ini dilakukan guna memberikan informasi tentang keberadaan dan gambaran UPT Perpustakaan Polsri seperti lokasi, layanan, koleksi, jam layanan, fasilitas, keanggotaan dan manfaat Perpustakaan bagi Mahasiswa serta Kenyamanan yang akan diterima oleh pengguna.

Manfaat Promosi merupakan salah satu komponen pemasaran, dengan mempromosikan kelembagaan, koleksi, sistem dan jenis pelayanan, maka terjadilah proses pendekatan informasi kepada pengguna. Pengguna menjadi tahu koleksi apa yang ada, pelayanan apa saja yang tersedia, sedangkan yang belum tahu atau tahu tapi belum pernah memanfaatkan jasa layanan akan mengenal kemudian tertarik untuk datang atau memanfaatkan, sehingga pengunjung bertambah, pemakaian bahan pustaka ataupun jasa layanan perpustakaan semakin tinggi. Seperti inilah harapan yang diinginkan.

Ibu Hj. Nelli Lingga Yunara, S.Pd.,M.M. saat paparan

Ibu Hj. Nelli Lingga Yunara, S.Pd.,M.M. saat paparan

DSC01111Peranan promosi di dalam memperkenalkan UPT Perpustakaan kepada Mahasiswa Baru tidak terbatas hanya sekedar memberi informasi, tetapi juga mendidik dan menghibur, untuk itu dalam melakukan kegiatan promosi Tujuan utama adalah To inform yaitu memberitahukan sesuatu yang tidak di ketahui sebelumnya, To Influence yaitu mempengaruhi pemustaka agar datang ke perpustakaan, To Persuade yaitu membujuk/merayu pemustaka untuk melakukan kegiatan di perpustakaan.

Selain dari yang disebutkan di atas, Promosi UPT Perpustakaan terhadap Mahasiswa Baru memiliki tujuan sebagai berikut :

Memperkenalkan fungsi perpustakaan .

Mendorong minat baca dan mendorong mahasiswa agar menggunakan koleksi perpustakaan semaksimalnya dan menambah jumlah orang yang gemar membaca.

Memperkenalkan pelayanan dan jasa perpustakaan.

memberikan kesadaran masyarakat akan adanya pelayanan perpustakaan dan menggunakannya. [NLY]

 

PEMBEKALAN ALUMNI

Dunia kerja, kalimat yang tidak asing lagi bagi mahasiswa alumni atau mahasiswa semester akhir yang akan menamatkan kuliahnya. Memang, tujuan akhir dari proses perkuliahan adalah memperoleh ijazah yang akan digunakan untuk melamar kerja. Meskipun selain bekerja di sebuah perusahaan, ada juga  alumni yang mencoba berwirausaha.

Tetapi, bagaimana prosesnya sehingga seseorang dapat bekerja di suatu perusahaan/lembaga baik itu perusahaan swasta, nasional atau multi nasional ?

Pembekalan Mahasiswa Polsri

Pembekalan Mahasiswa Polsri

Untuk membantu para alumni atau mahasiswa semester akhir agar bisa mengetahui dan memahami proses  memasuki dunia kerja, UPT. Perpustakaan Politeknik Negeri Sriwijaya bekerja sama dengan penerbit Erlangga Group mengadakan Seminar tentang “Panduan Memasuki Dunia Kerja”.  Seminar ini menampilkan pembicara sekaligus pengarang dari buku dengan judul yang sama, yaitu Bapak Drs. Djoko Purwanto, M.B.A. Pembicara adalah seorang tenaga pendidik (dosen) dari UNS (Universitas Sebelas Maret) Solo. Seminar ini diadakan pada hari Selasa, 9 Agustus 2016 di Aula KPA Politeknik Negeri Sriwijaya.

Registrasi Peserta

Registrasi Peserta

Adapun tujuan dari seminar ini adalah persiapan bagi mahasiswa dan alumni  dalam menambah wawasan untuk memasuki dunia kerja, seperti mencari informasi (peluang/karir) yang ada dalam dunia kerja, membuat surat lamaran dan resume (Curriculum Vitae) dan bagaimana cara bersikap dalam suatu wawancara.

Pembukaan Oleh Pembantu Direktur III Bapak Irawan Rusnadi, S.T.,M.T.

Pembukaan Oleh Pembantu Direktur III Bapak Irawan Rusnadi, S.T.,M.T.

Acara ini dimulai pada pukul 09.30 Wib. Dimulai dengan acara pembukaan, yaitu kata sambutan dari Kepala UPT. Perpustakaan Politeknik Negeri Sriwijaya, Ibu Hj. Nelli Lingga Yunara, S.Pd.,M.M.  yang mengharapkan kegiatan seperti ini dapat berlanjut. Kemudian sambutan kedua oleh Pembantu Direktur III (PD III), Bapak Irawan Rusnadi, S.T.,M.T. yang mengharapkan agar mahasiswa dan alumni dapat mengikuti kegiatan ini dan mendapatkan bekal dalam menyiapkan diri untuk memasuki dunia kerja.  “Mudah-mudahan alumni Polsri menjadi alumni yang terbaik dalam persaingan dunia kerja karena ada sebagian alumni yang belum diwisuda sudah diambil menjadi tenaga kerja di suatu perusahaan dengan masa tunggu 0 tahun”, demikian penuturan PD III. Terakhir acara pembukaan ini ditutup dengan do’a yang disampaikan oleh Ahmad Mirad, S.Sos.I.

Peserta Seminar

Peserta Seminar

Peserta Seminar

Peserta Seminar

Seminar ini dibuka oleh moderator dengan membacakan biodata pembicara. Dalam seminar ini dibicarakan mengenai “Panduan Memasuki Dunia Kerja” yang dibagi dalam 3 (tiga) tahap, yaitu Persiapan, Pemberkasan dan Perkenalan.  Tahap Persiapan mengenai pentingnya mengenali kemampuan diri, kelebihan dan kekurangan dan mencari informasi kerja. Tahap kedua, Pemberkasan mengenai penulisan surat lamaran kerja, penyusunan resume (Curriculum Vitae), dan portofolio. Sedangkan Tahap ketiga, yaitu Perkenalan yang berhubungan dengan wawancara kerja, surat balasan (ucapan terima kasih) dan psikotes.

Sesi tanya jawab

Sesi tanya jawab

Selesai pembicara membahas mengenai materi, acara dilanjutkan dengan tanya jawab oleh peserta kepada pembicara. Acara ini dipandu oleh moderator Hj. Nelli Lingga Yunara, S.Pd.,M.M dengan Notulen Trisni Handayani, S.E.

Tanya jawab ini terdiri dari 3 sesi. Sesi pertama dan kedua masing-masing untuk 3 (tiga) pertanyaan.  Dan sesi ketiga diberikan kepada peserta untuk 2 (dua) pertanyaan.

Setiap Penanya diberikan satu buku

Setiap Penanya diberikan satu buku

Selanjutnya diberikan kenang-kenangan (souvenir) sebuah buku “Panduan Memasuki Dunia Kerja” kepada peserta yang mengajukan pertanyaan.  Hasil akhir dari seminar ini adalah bahwa proses memasuki dunia kerja dimulai dari persiapan yang matang, baik itu persiapan membuat lamaran kerja, resume, maupun wawancara (interview).  Sedangkan  aspek mental psikologis seseorang, seperti rasa grogi (gugup) saat interview tidak bisa sesaat dihilangkan tetapi dengan berlatih berbicara mengungkapkan ide, gagasan melalui kelompok diskusi di kelas atau organisasi sehingga dapat menimbulkan rasa keyakinan dan percaya diri seseorang. Semoga tulisan ini bermanfaat. (TH, NLY)

Penyaji Makalah bersama UPT Perpustakaan dan Erlangga Group

Pembicara Bapak Drs. Djoko Purwanto, M.B.A. bersama Kepala UPT Perpustakaan beserta Staf dan Perwakilan Erlangga Group

Panitia dari Mahasiswa

Panitia dari BEM Polsri dan Anggota

Kepala UPT Perpustakaan beserta Staf dan Pembicara Drs. Djoko Purwanto, M.B.A.

Kepala UPT Perpustakaan beserta Staf dan Pembicara Drs. Djoko Purwanto, M.B.A.

 

Cara Mudah Mencari Buku di Perpustakaan

Setiap orang mempunyai buku favorit atau buku kesukaan, baik berupa buku teks (pelajaran, diktat, modul), buku panduan (how to), maupun novel, komik atau nomik (novel-komik) dan antologi (kumpulan dari karya-karya sastra). Bagi mereka yang mempunyai dana lebih dapat membeli buku favorit-nya di toko buku untuk koleksi pribadi, tetapi bagi mahasiswa yang mempunyai keterbatasan dana hanya dapat membaca dan meminjam di perpustakaan. Tetapi, apakah semudah itu mencari buku di sebuah perpustakaan ?  Ada ratusan bahkan ribuan koleksi buku disana. Sebenarnya menemukan sebuah buku yang kita inginkan bukanlah hal yang sulit apabila kita mengetahui caranya. Kadangkala sering kita melihat mahasiswa yang kelihatan bingung untuk mencari sebuah buku, padahal buku-buku di perpustakaan sudah dikelompokkan sesuai dengan kelompoknya masing-masing. Buku (text book) dikelompokkan berdasarkan sistem Dewey (DDC/Dewey Decimal Classification) disusun di dalam rak yang notabene membingungkan buat mahasiswa. Untuk itu sebaiknya sebuah perpustakaan dapat menambahkan petunjuk arah tempat buku di rak disertai keterangan buku-buku yang ada di rak tersebut.

Untuk mempermudah pencarian buku di rak,  UPT. Perpustakaan Politeknik Negeri Sriwijaya menggunakan petunjuk arah yang berguna untuk menunjukkan tempat buku tersebut  diletakkan. Bagi mahasiswa hal ini sangat membantu. Saat memasuki ruangan perpustakaan, mahasiswa diharuskan :

1. Menitipkan tas, jaket laboratorium dan barang-barang bawaan ke tempat penitipan barang (locker)

Petugas di locker

Petugas di locker

Locker

Locker

2. Memasukkan nomor anggota perpustakaan atau nama lengkap (apabila belum menjadi anggota perpustakaan) di komputer pengunjung.

Selanjutnya apabila akan mencari buku dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:

a. Menelusuri menggunakan komputer yang telah disediakan

b. Menanyakan langsung ke pengelola/petugas perpustakaan tempat rak buku-buku yang mereka butuhkan

Komputer pengunjung dan pencarian buku

Komputer pengunjung dan pencarian buku

Menyeleksi buku di rak

Menyeleksi buku di rak

c. Langsung menuju rak buku melalui petunjuk arah yang telah ada

Petunjuk arah rak sebelah kiri

Petunjuk arah rak sebelah kiri

Petunjuk arah rak sebelah kanan

Petunjuk arah rak sebelah kanan

Penunjuk arah tersebut dapat diletakkan di tempat yang strategis, seperti dengan cara digantung diatas plafon di dalam ruangan perpustakaan, sehingga saat mahasiswa masuk ke ruang perpustakaan dapat terlihat dengan jelas. Selain itu rak-rak tempat koleksi buku diletakkan, dipasang juga keterangan buku-buku yang terdapat di dalam rak tersebut sehingga secara tidak langsung dapat membantu mahasiswa mencari buku-buku yang mereka butuhkan.

Keterangan buku dan deret rak

Keterangan buku dan deret rak

Keterangan buku-buku dan deret rak

Keterangan buku-buku dan deret rak

Rak-buku Buku

Rak-buku Buku

Rak-rak deret buku

Rak-rak deret buku

Adapun tujuan adanya petunjuk arah dan keterangan buku-buku yang ada di rak adalah  :

  1. Sebagai panduan arah untuk mahasiswa dalam mencari buku yang dibutuhkan.
  2. Memudahkan pengelola perpustakaan (pustakawan) meletakkan kembali buku yang telah dibaca atau dipinjam mahasiswa ke rak sesuai klasifikasi (kelompok).

Selain itu, bagi mahasiswa yang baru pertama kali ke perpustakaan adalah dengan mengamati keadaan sekeliling, dan memperhatikan petunjuk-petunjuk yang dipasang di perpustakaan.

Jadi, alangkah baiknya seorang mahasiswa mengenal baik perpustakaannya sehingga dapat memanfaatkan semaksimal mungkin koleksi buku yang ada di perpustakaannya untuk memperluas wawasan. Dengan mengenal perpustakaannya melalui kunjungan rutin, seperti belajar kelompok (diskusi), membaca, mengerjakan tugas, mereka akan terbiasa dengan lingkungan di perpustakaan dan dengan mudah mencari buku yang mereka butuhkan.

Ditulis oleh : Trisni Handayani, S.E.

Kapan Mahasiswa ke Perpustakaan?

Mahasiswa di  UPT Perpustakaan Polsri

Mahasiswa di UPT Perpustakaan Polsri

Memperhatikan masa-masa mahasiswa berkunjung ke Perpustakaan. Ada beberapa alasan spesial yang membuat mahasiswa berkunjung ke Perpustakaan. Sehingga bila masa tersebut datang, Perpustakaan jadi ramai dan seluruh kursi penuh. Memang banyak alasan yang membuat mahasiswa berkunjung ke Perpustakaan. Ingin tau kapan masa mahasiswa datang ke Perpustakaan? Berikut adalah masa-masa mahasiswa berkunjung ke Perpustakaan.

Membuat Tugas

Ini dia yang paling utama yaitu membuat tugas. Tanpa tugas, mungkin mahasiswa akan sangat jarang ke perpustakaan. Di sinilah, mahasiswa dapat mencari dan menemukan buku-buku yang menjadi kebutuhannya. Apalagi bila tugas yang diberikan dosen sedang banyak-banyaknya. Sampai-sampai membuat mahasiswa mengerjakannya di perpustakaan. Mahasiswa datang berkelompok dengan membawa semua berkas yang mereka perlukan.

Mid TEST

Pada saat menjelang Ujian Mid, mahasiswa pasti akan datang ke perpustakaan. Di saat itu, biasanya mahasiswa mencari bahan referensi untuk belajar dan mempersiapkan diri menghadapi Mid Test.

Ujian Semester

Tidak jauh berbeda dengan Mid Test, saat Ujian Semester akan berlangsung, mahasiswa pasti mengunjungi perpustakaan. Biasanya mereka ke perpustakaan untuk mengembalikan sejumlah buku yang telah dipinjamnya. Namun tidak jarang, ada juga yang meminjam buku untuk persiapan Ujian Semester.

Tugas Akhir

Nah, ini dia momen yang akan membuat mahasiswa bolak-balik ke perpustakaan. Mengerjakan tugas akhir ini, pasti mengharuskan mahasiswa yang tadinya tidak pernah menginjakkan kaki ke perpustakaan harus mengunjungi perpustakaan. Tidak jarang, ada juga mahasiswa tingkat akhir yang sampai berlama-lama di dalam perpustakaan, mulai dari Perpustakaan buru dibuka di pagi hari sampai tutup di sore hari.

Diskusi

Perpustakaan juga tempat yang dicari buat diskusi. Biasanya mahasiswa akan datang berdua atau berkelompok, selanjutnya mereka akan tenggelam dalam asyiknya berdiskusi.

Nunggu Waktu

Ada banyak mahasiswa yang datang ke perpustakaan hanya untuk menunggu, seperti menunggu teman, atau menunggu waktu, atau menunggu Dosen, dengan membaca buku atau berselancar di internet.

[NLY]

Cara Penulisan Daftar Pustaka dan Catatan Kaki yang benar

Dalam penulisan karya tulis, kita menggunakan data yang diperoleh dari berbagai sumber, baik secara tertulis maupun tidak tertulis. Berdasarkan isinya, sumber tertulis dapat dibagi menjadi tiga.

  1. Ilmiah, seperti buku-buku, artikel ilmiah, dan laporan penelitian.
  2. Nonilmiah, seperti berita di surat kabar atau majalah.
  3. Sastra, seperti karya prosa, puisi, dan drama

Penggunaan sumber karya tulis dapat dinyatakan dengan daftar pustaka (bibliografi) dan catatan kaki (footnote). Daftar pustaka dalam karangan ilmiah merupakan hal yang wajib dituliskan. Hal ini berhubungan erat dengan rujukan dan kutipan yang diuraikan pada bagian-bagian sebelumnya pada karangan ilmiah tersebut. Sementara catatan kaki tidak harus selalu ada dalam sebuah karangan ilmiah.

Cara penulisan daftar pustaka dan catatan kaki berbeda. Daftar pustaka dituliskan pada akhir karangan ilmiah dalam halaman tersendiri, sedangkan catatan kaki dituliskan pada tiap lembar/ halaman yang bersangkutan.

  1. Penulisan Daftar Pustaka

Penulisan daftar pustaka memiliki aturan sebagai berikut.

  • semua sumber dalam daftar pustaka ditulis dengan nama urutan abjad huruf atau nama pengarang  (setelah dibalik).
  • Sumber yang berupa buku ditulis dengan urutan: nama pengarang(dibalik). tahun terbit. judul buku. kota tempat buku diterbitkan: nama penerbit.
  • Sumber yang berupa majalah/ surat kabar, ditulis dengan urutan: nama majalah/ surat kabar, tanggal, bulan, tahun, nomor edisi (majalah), judul artikel, dan nomor halaman.
  • Judul buku ditulis dengan huruf kapital, digarisbawahi atau dicetak miring atau dicetak tebal.
  • Apabila nama pengarang terdiri atas dua kata/ lebih, kata akhir dari nama tersebut diletakkan di muka dan ditandai dengan tanda koma (,), tanpa gelar akademik. Contoh: Ajip Rosidi ditulis Rosidi, Ajip.
  • Apabila pengarang terdiri atas dua orang atau tiga orang, nama-namanya ditulis semua. Akan tetapi jika lebih dari tiga orang, ditulis satu orang dan diberi singkatan, et, al. atau dkk.
  • Gelar akademik tidak perlu dicantumkan.
  • Bila ada dua atau lebih sumber pengarangnya sama, penulisannya urut berdasarkan tahun atau tanggal terbitnya, dan nama pengarang urutan berikutnya cukup diberi tanda garis.
  • Bila ada dua sumber atau lebih sumber yang pengarangnya sama, penulisannya urut berdasarkan tahun atau tanggal terbitnya, dan nama pengarang urutan berikutnya cukup diberi tanda garis.
  • Tanda baca yang digunakan untuk memisahkan unsur-unsur dalam penulisan sumber yang berupa buku adalah tanda titik (.), kecuali antara unsur tempat penerbit dan nama penerbit dengan tanda titik dua (:), sedangkan tanda baca yang digunakan untuk memisahkan unsur-unsur dalam penulisan sumber berupa majalah atau surat kabar adalah tanda koma (,).
  • Diakhiri tanda titik.

Contoh penulisan daftar pustaka:

Moeliono, Anton M(ed). 1988. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

2. Penulisan Catatan Kaki

Catatan kaki adalah keterangan-keterangan atas teks karangan yang ditempatkan pada kaki halaman karangan yang bersangkutan. Catatan ini memberikan informasi singkat sesungguhnya yang terdapat pada tulisan. Dengan catatan kaki, seorang penulis sesungguhnya telah memberikan penghargaan atas karya orang lain. Hubungan antara catatan kaki dengan teks dinyatakan dengan nomor-nomor penunjukkan yang sama. Selain menggunakan nomor-nomor penunjukkan, hubungan itu dapat dinyatakan dengan menggunakan tanda asterik atau tanda bintang (*).

Unsur-unsur catatan kaki

  •  Nama pengarang (editor, penerjemah)
  • Judul buku
  • Nama atau nomor seri (jika ada)
  • Data publikasi (jilid, nomor cetakan, kota penerbit, nama penerbit, tahun terbit)
  • Nomor halaman

Aturan penulisan catatan kaki

  • Urutannya: Nama pengarang, judul buku, nama penerbit, kota terbit, tahun terbit, dan nomor halaman.
  • Nama pengarang ditulis lengkap, tidak boleh dibalik, dan tanpa gelar akademik.
  • Judul buku, masing-masing kata ditulis dengan huruf kapital, dicetak miring, digaris bawah, atau dicetak tebal.
  • Tanda baca yang digunakan untuk memisahkan unsur-unsur dalam catatan kaki adalah koma (,).
  • Harus disediakan ruang atau tempat secukupnya pada kaki halaman tersebut sehingga margin di bawah tidak boleh lebih sempit dari 3 cm sesudah diketik baris terakhir dai catatan kaki.
  • Sesudah baris terakhir dari teks, dalam jarak 3 spasi harus dibuat sebuah garis, mulai dari margin kiri sepanjang 15 ketikkan dengan huruf pika atau 18 ketikkan dengan huruf dite (–).
  • Dalam jarak dua spasi dari jenis tadi, dalam jarak 5-7 ketikkan dari margin kiri nomor penunjukkan.
  • Langsung sesudah nomor penunjukkan, setengah spasi ke bawah mulai diketik baris pertama dari catatan kaki.
  • Jarak antarbaris dalam catatan kaki adalah spasi rapat, sedangkan jarak antarcatatan kaki pada halaman yang sama (kalau ada) adalah dua spasi.
  • Baris kedua dari tiap catatan kaki selalu dimulai dari margin kiri.

 Istilah-istilah yang sering digunakan dalam catatan kaki.

  • Ibid, singkatan dari ibidan, artinya sama dengan di atas.

Untuk catatan kaki yang sumbernya sama dengan catatan kaki yang tepat di atasnya. Ditulis dengan huruf besar, digarisbawahi, diikuti tanda koma, lalu nomor halaman.

Contoh: Ibid; halaman 10

  • op.cit., singkatan dari opere citato, artinya dalam karya yang telah dikutip.

Digunakan untuk catatan kaki dari sumber yang pernah dikutip tetapi sudah disisipi catatan kaki lain dari sumber yang lain. Urutan nama penulisan pengarang, op.cit, nomor halaman.

  • loc. cit., singkatan dari loco citato, artinya tempat yang telah dikuti[.

Seperti di atas tetapi dari halaman yang sama. Urutan penulisan nama tempat yang telah dikutip,

seperti di atas tetapi dari halaman yang sama. Urutan penulisannya nama pengarang loc. cit (tanpa nomor halaman). [nly]

Source : cyberblogsz.blogspot.co.id

Cara Menulis Opini Dengan Baik

Kita sering mengalami masalah yang juga dialami penulis lainnya. Kita susah menuangkan ide yang sudah ada di dalam kepala dalam bentuk tulisan. Kita harus memulai dengan menulis apa. Berikut adalah penjelasan Redaktur Eksekutif HU Fajar Cirebon, Hasan Ma’arif, atau yang akrab dipanggil Kang Hasan kepada beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas menulis PENA dari Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon (IAI BBC) saat berkunjung ke kantor HU Fajar Cirebon mengatakan bahwa mulailah menulis dengan menuliskan apa saja yang terlintas di dalam pikiran kita tentang sesuatu yang terjadi dan membuat kita tergelitik. “Tulis saja dulu walaupun satu kalimat, jangan takut,” katanya. Berikut cara menulis artikel yang baik:

Pandu dengan Pertanyaan

Setelah kita menuliskan minimal satu kalimat yang berisi pandangan kita terhadap sesuatu (realitas) yang terjadi di sekitar kita, saatnya kita menuliskan kalimat-kalimat berikutnya. Buat kalimat berikutnya dengan panduan pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam pikiran kita. Seperti “Apa sih sebenarnya?, Kenapa begitu? Bagaimana terjadi? Menurut Si A seperti apa?” dan lain-lain.

Perkaya dengan Referensi dan Diskusi

Setelah kita menuliskan dengan panduan pertanyaan kami bisa melengkapinya dengan berbagai buku, rujukan serta bertanya kepada orang lain yang lebih memahami isu yang sedang kita tulis. Pengayaan referensi juga bisa kita lakukan saat pertanyaan-pertanyaan yang menjadi panduan kita itu tak bisa kita jawab dengan baik. Tulis pertanyaannya di kertas dan pergilah segera ke perpustakaan untuk mencari referensinya. Mudah kan?

Akhiri Sesuai Selera

Ada bebera penulis pemula yang sudah bisa memulai menulis tapi kerap kali tulisannya nanggung. Tulisan sudah berlembar-lembar tapi tetap mengambang. Nah, menurut Kang Hasan, sebaiknya kita akhiri saja tulisannya sesuai selera kita. Karena memang beberapa lembar tulisan opini tak akan pernah sanggup menggambarkan secara utuh suatu hal. Tapi memang perlu latihan terus-menerus agar kita bisa mengakhiri opini dengan indah.

Perbedaaan Opini dengan Cerpen

Secara penulisan sebenarnya sama saja. Hanya yang paling mendasar, cerita di dalam cerpen merupakan realitas fiktif, imajiner, khayali dan tak ada di dunia nyata. Sementara opini semua ceritanya harus berdasarkan fakta. Sesuatu yang benar-benar nyata dan ada di dalam realitas.

Topik Apa yang Menarik

Pilihlah topik yang sedang hangat dibicarakan orang baru-baru ini. Makanya, jangan pernah malas untuk mengikuti perkembangan informasi. Baca berita, baca buku, tonton acara televise yang bermutu. Itu juga akan semakin merangsang kita untuk memiliki sense terhadap berbagai isu yang sedang hangat.

Artikel yang Baik

Artikel yang baik adalah artikel yang mengungkap hal-hal yang tak pernah diketahui orang di balik peristiwa atau wacana yang sedang mengemuka. Selain itu, pemilihan diksi dan cara bertutur di dalam tulisan juga menunjang baik tidaknya suatu tulisan. Lalu ingat, hindari bahasa asing dan gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. [nly]

Source : Fajarnews.com